SHARE :
Ingin Coba Terjun Payung? Simak Dulu 12 Fakta Skydiving Ini!
Foto : Shutterstock

Retno Wulandari

24 August 2017


INGIN COBA TERJUN PAYUNG? SIMAK DULU 12 FAKTA SKYDIVING INI!


Olahraga terjun payung memang unik, dan nggak dirancang oleh semua orang. Hanya mereka yang pemberani dan berjiwa petualang saja yang mungkin tertarik melakukannya. Karena keunikan tersebut, ada banyak kesalahpahaman tentang olahraga terjun payung alias skydiving.

Kalau kalian belum pernah mencoba terjun payung, mungkin kalian pernah dengar beberapa mitos umum tentang olahraga ini. Siapa tahu kalian tertarik mencobanya, di sini kita kasih bocoran beberapa fakta menakjubkan tentang terjun payung yang mungkin nggak kalian ketahui.

Bisakah saling mengobrol saat terjun bersama tandem?

Nggak seperti yang kalian lihat dalam banyak film blockbuster seperti Point Break, kalian nggak bisa mendengar apapun saat jatuh bebas. Selama sesi terjun payung dengan tandem, angin akan melewati kalian dengan kecepatan lebih dari 100 mph, membuat kalian tak mungkin bisa mendengar suara teman kalian.

Terpental ke atas saat membuka parasut

Apa yang terjadi saat penerjun payung membuka parasutnya? Apakah mereka kembali terpental ke atas? Ternyata tidak; itu hanya ilusi yang berkembang menjadi mitos. Kalau kalian melihat hal seperti itu di video atau film terjun payung, yang terjadi sebenarnya adalah kameramen-nya terus terjatuh saat yang lain membuka parasut mereka, memberi kesan bahwa para penerjun payung kembali terbang ke atas.

Lompat dari jarak paling tinggi dalam sejarah terjun payung

(Photo via Shutterstock)

Kapten Kittinger mencatat aksi terjun payung tertinggi dari ketinggian hampir 102.800 kaki (31 kilometer), pada tahun 1960. Kittinger turun hampir 85.000 kaki (26 kilometer) dengan kecepatan tinggi 715 mph, sebelum mengerahkan parasutnya.

Rekor Kittinger telah dipecahkan beberapa tahun lalu. Di gurun yang mengelilingi Roswell, New Mexico, Amerika Serikat, Felix Baumgartner memecahkan rekor dunia Kittinger untuk penurunan tercepat tertinggi dan tercepat pada tanggal 14 Oktober 2012. Dia melompat dari ketinggian 128.100 kaki atau 39 kilometer.

Penerjun payung paling berani

Beberapa penerjun payung yang paling berani di dunia termasuk pria berusia 92 tahun yang mengenakan lutut buatan, alat bantu dengar, dengan berat hanya 47,6 kilogram yang melompat solo dari ketinggian satu kilometer. Satu lagi adalah seorang wanita berusia 90 tahun yang melompat dari ketinggian 3,6 kilometer untuk merayakan hari ulang tahunnya.

Para penerjun payung menggunakan alat 'Automatic Activation Device' untuk keamanan

Automatic Activation Device (AAD) adalah perangkat kecil yang berada di rig parasut. Alat tersebut terus memantau kecepatan saat mereka jatuh dan ketinggian tempat mereka berada. Alat ini menginformasukan apakah penerjun payung terjun bebas pada ketinggian yang tidak seharusnya.

Jika ini terjadi, AAD otomatis akan memotong kabel yang menahan parasut cadangan. Parasut cadangan-pun terbuka, memastikan penerjun payung memiliki parasut yang terbuka di atas kepala mereka pada waktu yang tepat agar dapat mendarat dengan aman.

Apakah membuka parasut menyakitkan

Membuka parasut (Photo via Shutterstock)_6(Photo via Shutterstock)

Banyak orang berpikir bahwa ketika penerjun payung membuka parasut, mereka tiba-tiba 'tersentak' dan berhenti tiba-tiba dari kejatuhan dengan kecepatan 120 mph kepada kecepatan 5 mph, yang akan menyebabkan beberapa jenis cedera. Namun, desain parasut modern berarti kanopi terbuka secara bertahap dan perlambatan kecepatan pada saat jatuh juga terjadi berangsur-angsur. Artinya, mereka hanya sedikit tersentak, atau sama sekali tidak tersentak.

Penerjun payung tertua sepanjang sejarah

Frank Moody memegang rekor untuk skydiver tertua sepanjang sejarah. Pada usia 101, dia melakukan lompatan tandem pada tanggal 6 Juni 2004 di Australia.

Juga ada yang termuda

Penerjun payung termuda adalah Toni Stadler dari Afrika Selatan yang berusia empat tahun (saat melakukan skydiving). Toni diikat ke dada Tandem Master Paul Lutge saat mereka melompat keluar dari pesawat bermesin tunggal yang terbang 10.000 kaki di atas permukaan bumi, terjun bebas setengah menit sebelum membuka parasut.

Formasi penerjun payung terbesar dalam sejarah

(Photo Reuters - Stringer Thailand)

Rekor dunia saat ini untuk formasi skydive terbesar adalah 400 orang, ditetapkan di Thailand pada tahun 2006. Para penerjun payung tersebut melakukan formasi selama lebih dari 4 detik.

Kecepatan terjun paling cepat

Felix Baumgartner memegang rekor ini dari lompatan Red Bull Stratos-nya. Pria dari Austria tersebut telah menjadi skydiver pertama yang melaju lebih cepat dari kecepatan suara, mencapai kecepatan maksimum 833.9 mph (1.342 kilometer per jam).

Dengan melompat dari balon yang melayang setinggi 128.100 kaki (39 kilometer) di atas New Mexico, petenis berusia 43 tahun itu juga memecahkan rekor untuk terjun bebas tertinggi. Dia mengatakan bahwa dia hampir membatalkan penyelaman karena helm pelindungnya berkabut.

Formasi penerjun payung wanita terbesar di dunia

Rekor dunia formasi penerjun payung wanita terbesar dalam sejarah ditetapkan oleh 181 skydiver wanita dari 31 negara, pada 26 September 2009. Hal ini dilakukan dalam rangka menggalang dana untuk membantu melawan kanker payudara, dan berhasil mengumpulkan lebih dari 900 ribu dolar AS.

Olahraga terjun payung ternyata cukup aman


(Photo via Shutterstock)

Sekitar 3,1 juta kali lompatan terjun payung terjadi setiap tahunnya. Dari jumlah ini, jumlah kematian rata-rata adalah sekitar 55 orang, atau kurang dari satu persen dari seluruh lompatan yang terjadi. Jadi bisa dibilang cukup aman ya.

Gimana, tertarik mencoba?


Sumber : Stylesatlife, jumpwithus, skydivecarolina, skydivelongisland

SHARE : LINE

comments
no comment

LAINNYA