Teman-teman Acho Tuntut Kasus Green Pramuka Dibatalkan dengan Tagar #AchoGakSalah
Photo NET - Yaksa Sembodo

Retno Wulandari

11 August 2017


TEMAN-TEMAN ACHO TUNTUT KASUS GREEN PRAMUKA DIBATALKAN DENGAN TAGAR #ACHOGAKSALAH


Kalian tentu sudah tahu kasus yang menimpa Acho, stand-up comedian (alias comic) yang berselisih dengan pihak pengelola apartemen Green Pramuka gara-gara sebuah postingan di blog.

Orang-orang bilang, nasib Acho sungguh sial; sudah jatuh, tertimpa tangga, ditambah ketiban tumpukan batu bata lagi. Bagaimana ceritanya?

Awalnya, Acho alias Muhadkly MT curhat soal uneg-unegnya saat menjadi penghuni unit apartemen di Green Pramuka Apartemen sejak tahun 2014. Sebetulnya, tulisan Acho di blog muhadkly.com menyuarakan pendapat mayoritas penghuni apartemen Green Pramuka lainnya, yang merasa pihak pengelola tidak menepati janji di awal kepada para penghuni.

Tak seperti yang dijanjikan saat membeli apartemen, Acho dan penghuni lainnya mengalami masalah dengan sertifikat yang nggak juga keluar, ruang terbuka hijau yang tak diwujudkan (lahannya malah dibangun tower-tower baru yang jumlahnya ada 17), fasilitas parkir, dan sebagainya.

Alasan Acho menulis di blognya sebetulnya cukup fair. Karena banyak penghuni apartemen yang merasa “tertipu,” dia tidak ingin orang lain ikut terjebak oleh bujuk rayu lalu membeli unit apartemen di Green Pramuka Apartemen seperti dirinya. Makanya, dia juga memaparkan bukti-bukti yang jelas, nggak cuma asal tuduh saja. Selain di blog, Acho juga menyampaikan keluhannya di Twitter. Sebelum Acho menulis di blog dan Twitter, warga penghuni Green Pramuka sudah pernah berdemo, bahkan hingga masuk ke media.

Tapi ternyata, tulisan di blog dan Twitter Acho dibawa ke meja hijau oleh pihak pengelola. Menurut keterangan Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), pada 5 November 2015, Acho malah dilaporkan oleh Danang Surya Winata selaku kuasa hukum dari PT Duta Paramindo Sejahtera (pengelola Apartemen Green Pramuka) dengan laporan pencemaran nama baik pasal 27 ayat 3 UU ITE dan fitnah pasal 310-311 KUHP.

Lalu pada Senin, 7 Agustus 2017, berkas lengkap kasus Acho akan dilimpahkan dari pihak penyidik  ke Kejaksaan. Artinya sebentar lagi, Acho akan menjalani proses persidangan.

Kronologi kasus Acho (via Liputan6 Forum)

Kasus yang Tak Layak

Menurut ICJR, kasus yang menimpa Acho adalah salah satu bukti seseorang—dalam hal ini konsumen—yang sebenarnya dirugikan malah bisa dipidanakan dengan pasal represif dalam UU ITE. Hal ini merupakan bukti dari keganasan UU ITE dalam mengekang kebebasan berpendapat dan berekspresi, yang membuat orang-orang rentan dikriminalisasikan. Kalian tentu masih ingat kasus Prita Mulyasari melawan Rumah Sakit Omni?

Ketidak-adilan yang dialami Acho membuat geram berbagai pihak. Saat ini, seolah kalau kita ada uang, kita bisa mengajukan tuntutan hukum dengan menggunakan UU ITE sebagai senjata, bahkan ketika kita berada di pihak “pelaku” melawan si “korban” yang lebih lemah.

Menurut LBH Pers dan SAFEnet (seperti yang disampaikan dalam siaran pers ICJR), sebetulnya tuntutan pihak pengelola Green Pramuka Apartment agak janggal, karena Acho melakukan penyampaian pendapat yang legal, dengan mengangkat permasalahan pengelolaan di Green Pramuka dengan cara yang proporsional disertai bukti-bukti yang kuat.

Selain itu, menurut LBH Pers dan SAFEnet, perbuatan Acho mewakili kepentingan umum dan para penghuni apartemen yang juga dirugikan atas permasalahan pengelolaan yang terjadi. Ia tidak melakukannya untuk memfitnah apalagi mencemarkan nama baik, melainkan sedang mengungkap kebenaran untuk kepentingan publik.

Mereka berpendapat, kasus Acho tak layak disidangkan dan meminta Kapolda Metro Jaya dan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk menghentikan pemrosesan kasus tersebut. Selain itu, mereka juga minta kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional untuk melindungi Acho, dan Komnas HAM untuk memberi perhatian pada kasus ini dan kasus ITE secara umum, di mana hak-hak warga negara untuk menyampaikan pendapat justru dilanggar dan dikekang oleh pasal yang karet dan represif.

Bukan hanya ICJR, LBH Pers dan SAFEnet, teman-teman Acho pun ikut meminta agar kasus ini dihentikan, dengan membuat petisi di Change.org.

Hingga tulisan ini dibuat, (dalam 24 jam) sudah ada 703 tweet yang mencantumkan tagar #AchoGakSalah.


Sumber : Siaran Pers ICJR, Change.org


comments
no comment

LAINNYA