SHARE :
Studi: Mengapa Bekerja di Kafe Terasa Lebih Produktif Ketimbang di Kantor

Retno Wulandari

14 March 2017


STUDI: MENGAPA BEKERJA DI KAFE TERASA LEBIH PRODUKTIF KETIMBANG DI KANTOR


Bekerja di kafe kini telah menjadi fenomena yang umum di Indonesia, khususnya di kota besar seperti Jakarta. Jika kamu masuk ke beberapa kafe atau coffee shop ternama, pasti bisa menemukan beberapa orang yang tengah asyik berkutat dengan laptopnya. Beberapa orang mengaku, mereka bisa bekerja lebih fokus dan produktif di kafe ketimbang di kantor. Kira-kira kenapa ya?

Sekelompok peneliti dari Universitas Yamaguchi di Jepang nampaknya telah menemukan jawabannya.

Kebisingan di kafe berbeda dengan di kantor

Para peneliti melakukan riset mengenai hubungan antara tingkat konsentrasi seseorang dengan kebisingan di kantor dan di luar kantor. Beberapa sukarelawan diminta untuk mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi di kantor dan di kafe. Hasilnya, suara bising seperti musik dan diskusi antara kolega di kantor cenderung membuat kamu jengkel dan kehilangan konsentrasi, sehingga produktivitas turun. Berbeda dengan di kafe, musik atau obrolan antara dua atau lebih orang asing yang tak sengaja terdengar tidak terlalu mengganggu, sehingga kamu bisa bekerja dengan lebih fokus.

Kantor saat ini banyak mengusung konsep open office

Hal ini juga berhubungan dengan sistem kantor terbuka yang banyak terdapat di startup, di mana batasan wilayah antara masing-masing karyawan menjadi kecil. Beberapa karyawan mengaku tak terlalu menyukai konsep tersebut karena menurunkan konsentrasi saat bekerja.

Menurut pengamatan Dr Takahiro Tamesue dari Universitas Yamaguchi, banyak orang yang terganggu dengan suara diskusi, telepon, dan percakapan di kantor yang berkonsep terbuka. Duduk di satu meja panjang bersebelahan dengan kolega yang lain bisa membuat seseorang gampang teralihkan, misalnya oleh pergerakan-pergerakan yang dibuat si kolega, atau godaan untuk mengobrol. Itulah sebabnya, beberapa karyawan memilih untuk “menyumpal” telinga mereka dengan headphone ukuran besar jika sedang ingin fokus bekerja.

Bekerja di kafe waktunya terbatas

Ketika bekerja di kafe, kamu akan berpikir untuk memanfaatkan waktu dengan baik. Artinya, kamu harus sudah menyelesaikan pekerjaan sebelum minuman yang kamu pesan habis, dan sebelum kamu harus beranjak dari meja kafe untuk pergi ke toilet (jika bekerja sendirian). Karena itulah, kamu merasa harus menyelesaikan sebanyak mungkin pekerjaan dalam waktu yang terbatas itu.

Saran peneliti: bagi ruangan kantor

Jika memang tak memungkinkan untuk menempatkan karyawan dalam kubikel seperti konsep kantor tradisional, maka perusahaan bisa membagi antara ruang untuk bekerja, ruang untuk berdiskusi, atau ruang untuk memutar audio/video, supaya konsentrasi karyawan tak gampang buyar.

Jadi jika kamu bekerja di perusahaan yang berkonsep open office dan tidak memungkinkan untuk sering bekerja di kafe, cobalah untuk mengobrol dengan atasan terkait masalah konsentrasi yang sering terganggu karena kebisingan di kantor. Mungkin kalian bisa mencari solusi bersama.

SHARE : LINE

comments
no comment

LAINNYA