SHARE :
OJK Libatkan Mahasiswa dalam Upaya Peningkatan Literasi Keuangan Masyakarat

Retno Wulandari

01 March 2017


OJK LIBATKAN MAHASISWA DALAM UPAYA PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN MASYAKARAT


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan untuk melibatkan mahasiswa dalam merumuskan gagasan strategis guna mendorong dan meningkatkan fungsi literasi dan edukasi keuangan. Lembaga keuangan negara tersebut menggaet mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) untuk perumusan tersebut di Sumatera Utara.

Seperti dilansir dari Okezone, Jumat, 24 Februari 2017, perumusan gagasan bersama tersebut merupakan bagian dari strategi OJK untuk memberdayakan mahasiswa yang berpotensi menjadi agen edukasi untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai topik-topik keuangan.

“Kami menyadari peran mahasiswa sangat penting untuk meningkatkan fungsi literasi dan edukasi keuangan, karena mereka cukup dekat dengan masyarakat,” kata Kepala Sub Bagian Informasi dan Administrasi pada Kantor Regional Otoritas Jasa Keuangan Sumatera Bagian Utara, Yovvi Sukandar.

Menurut keterangan Kepala OJK Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Lukdir Gultom, dalam rumusan yang dilakukan bersama mahasiswa, mereka telah menyepakati pelaksanaan tiga ide yang melibatkan mahasiswa dan kampus. Yang pertama yaitu melaksanakan Training for Trainers Inklusi Keuangan bagi mahasiswa yang akan melakukan kuliah kerja nyata (KKN). Yang kedua adalah pelaksanaan kuliah umum yang rutin diadakan setiap bulan, yang akan membahas berbagai topik dan isu-isu keuangan. Yang ketiga adalah program magang mahasiswa di kantor OJK KR5 Sumbagut.

“Dengan terlibatnya mahasiswa, kita berharap penyampaian informasi positif terkait layanan jasa keuangan diyakini akan semakin baik dan tepat sasaran dengan bahasa dan gaya penyampaian yang adaptif,” jelas Lukdir.

Sebagaimana diketahui, menurut hasil survei yang dilakukan di tahun 2016, indeks literasi keuangan di hanya sebesar 32,36 persen, atau lebih rendah dibandingkan Provinsi Aceh (32,73 persen), dan Kepulauan Riau (37,09 persen).

Walaupun demikian, indeks inklusi keuangan di Sumatera Utara merupakan yang terbaik, dengan indeks sebesar 75,27 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan Kepulauan Riau (74,55 persen). Angka tersebut bahkan lebih baik daripada Jawa Barat (68,31 persen), Jawa Tengah (66,23 persen), dan Jawa Timur (73,25 persen).

“Saya berharap agar sinergi dengan pihak universitas dapat diperluas lagi dengan melibatkan beberapa universitas lain di Kota Medan baik negeri maupun swasta sehingga peran dan sinergitas dunia akademik dengan OJK dalam menciptakan Sumut yang Inklusif dinilai optimal,” kata Lukdir.

SHARE : LINE

comments
no comment

LAINNYA